kau baik-baik saja?

photo credit to unsplash.com


aku ingin memaki ketakutan-ketakutanmu,
yang dengan demikian ceroboh menyembunyikan diri
di tempat yang paling mudah kubaca; kedua matamu itu, sayang
sebuah tempat yang selalu ingin kujelajahi
sampai tersesat, sampai tanda tanya lesat dari ujung kalimat
pada judul puisi ini

kau tahu, ketakutanku sudah jauh lebih dulu
menelusup dan mengisi rongga dadaku,
jauh sebelum kau mengaku cinta

tetapi rindu yang kini teramat candu,
genggaman juga kecup malu-malu
selalu meyakinkanku bahwa setidaknya
kau masih milikku
sampai huruf terakhir puisi jatuh cinta ini

jadi, bisakah kita pura-pura tidak tahu
bahwa suatu saat takdir mungkin memperlakukan kita dengan kejam
dan percayalah bahwa harapan-harapan
tidak akan padam hanya karena mata memejam
dan kita akan selalu baik-baik saja


bekasi, 2018

You Might Also Like

0 comments