Memohon Restu pada Semesta

photo credit to unsplash.com


Aku menyukai siang yang teramat gersang di jumpa kita yang pertama. Aku menyukai panas yang masih saja membakar tubuh kita di temu selanjutnya. Aku juga menyukai gerimis, hujan dan badai yang semesta hadiahkan di tiap-tiap petang dan malam yang kita lalui berdua.

Aku menyukai apa pun keadaan semesta, sekalipun ia membenci pertemuan kita.

Jika saja kau ingin tahu, akan ada banyak yang tidak menginginkan kita. Jadi berdirilah di sebelahku dan mari berupaya tidak peduli. Sebab kadang butuh sedikit tak acuh pada segala, agar kau dan aku bahagia; seutuh-utuh.

Bagaimana pun, kita hanyalah dua sejoli yang sedari mula berpasrah untuk bersedia saling merelakan jika kelak alam raya dan seisinya tak beri restu.

Bekasi, Maret 2018

You Might Also Like

2 comments